AROMA PURBAKALA DAN CITA RASA BELANDA DI BUMI OREK-OREK

oleh: WInwin Faizah (@winwinfaizah)

Image

Ngawi. Mungkin nama kota ini tak banyak diketahui oleh para traveler sebagai destinasi yang menarik. Sebuah kota kecil di Jawa Timur yang sudah berumur lebih dari 6 abad ini merupakan perbatasan antara propinsi Jawa Timur dan Propinsi Jawa Tengah. Sehingga merupakan kota yang pasti dilewati oleh siapapapun yang hendak menuju Jawa Timur dari Jawa Tengah lewat jalur darat, begitupun sebaliknya.

Begitupun tentang potensi pariwisata yang kurang dikenal masyarakat luas. Padahal sesungguhnya ada beberapa tempat yang tidak hanya akan memanjakan mata pengunjung serta mengundang rasa takjub namun juga pembelajaran sejarah yang luar biasa dan penting peranannya dalam perkembangan ilmu pengetahuan maupun perjuangan bangsa ini. Berikut sedikit ulasan tentang kota yang juga disebut Bumi Orek-orek sesuai dengan kesenian tradisionalnya yaitu tari Orek-orek.

Kota Tua

Nama Ngawi berasal dari kata ‘awi’ (berarti bambu) berdasarkan letaknya di pinggiran Bengawan Solo dan Bengawan Madiun yang banyak ditumbuhi pohon bambu. Kota ini pertama kali ditetapkan sebagai Order Regentschap atau sebuah kota oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 31 Agustus 1830. Tanggal ini pernah dijadikan hari jadi Ngawi namun akhirnya diralat karena dianggap tidak nasionalis dan justru memperingati kekuasaan Pemerintah Hindia Belanda. Sehingga diputuskanlah tanggal 7 Juli 1358 sebagai tanggal lahirnya kota Ngawi  berdasarkan tanggal ditetapkannya Ngawi sebagai Naditirapradesa (daerah penambangan) dan daerah Swatantra oleh Raja Hayam Wuruk di masa pemerintahan Majapahit seperti terdapat dalam prasasti  Canggu tahun 1280 Saka yang diteliti oleh  MM Soekarto K. Atmodjo. Tahun ini Ngawi merayakan ulang tahunnya yang ke-654.

Selain sejarah kotanya yang panjang dan usianya yang bahkan jauh lebih tua dari ibukota Indonesia yaitu Jakarta (485), Ngawi juga menyimpan beberapa situs wisata sejarah yang sayang untuk dilewatkan. Selain karena keindahannya juga karena cerita seputar tempat itu sendiri yang menarik untuk disimak. Berikut dua tempat wisata sejarah di Ngawi yang luar biasa:

  1. Museum Trinil

Museum ini terletak di Ds. Kawu, Kec. Kedunggalar, sekitar 15 km dari pusat kota Ngawi. Berlokasi sekitar 4 km dari jalan raya dengan jalan perkampungan dalam kondisi aspal bagus, tempat ini sangat mudah dicapai. Pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi (mobil/motor) maupun menyewa tukang ojek di sekitar gerbang masuk Ds. Kawu.

Image

Image

Di depan museum kita akan disambut patung gajah ekstra besar. Membawa imajinasi akan benda-benda apa saja yang mungkin akan ditampilkan di dalam gedung museum.

Image

Dan benar saja, museum seluas 3 hektare ini selain menyimpan fosil manusia dan binatang purba. Beberapa diantaranya adalah fosil Pitechantropus Erectus yang ditemukan Eugene Dubois tahun 1981 juga menyimpan koleksi gading gajah sepanjang 4 meter (Stegodon Trigenochepalus) juga tanduk kerbau sepanjang 2 meter (Palaeo Karabau Horn), dll.

Di bagian barat daya museum ini sendiri terdapat monument yang didirikan oleh Eugene Dubois bertuliskan angka tahun pertama kali penemuan fosil manusia purba yaitu 1891.

         2. Benteng Pendhem (Van Den Bosch)

Benteng yang dibangun pemerintahan Hindia Belanda dengan nama Font Van Den Bosch antara tahun 1839 sampai 1845 ini terletak di kelurahan Pelem, Kec. Ngawi. Sangat mudah dijangkau karena lokasinya yang dekat dengan pusat kota. Dari terminal bus Kertonegoro Ngawi bisa dicapai dengan naik angkot segala jurusan sampai terminal angkot Pasar Besar Ngawi kemudian dilanjutkan dengan becak ataupun ojek.

Image

Situs yang baru saja dibuka untuk umum setahun lalu setelah 45 tahun ditutup karena dijadikan tempat gudang persenjataan ini memiliki arsitektur khas kastil Eropa. Memanjakan siapapun yang berkunjung dengan suasana khas seolah-olah sedang berada di benua Eropa.

Image

Keindahan dan keeksotisannya ini pula yang menjadikan tempat ini terkenal tidak hanya sebagai tempat wisata sejarah namun juga banyak digunakan untuk sesi foto pra wedding.

Itulah dua dari beberapa tempat wisata di Ngawi yang menarik untuk dikunjungi dan disimak sejarahnya. Sebuah kota kecil yang sangat strategis dan mudah dijangkau dengan situs-situs sejarah penuh kisah. Mulai dari museum yang menyimpan koleksi fosil-fosil purbakala dari jutaan tahun yang lalu sampai bangunan benteng yang berdiri anggun memberi ‘rasa Belanda’ di tengah-tengah kota. Wajib masuk daftar travelling selanjutnya nih!

NB:

1. Tulisan ini pernh diikutkan dalam event#TravelAsyik dari http://anakasyik.com

2. Sumber foto adalah hasil koleksi pribadi penulis, artikel asli bisa diakses di http://www.winwinfaizah.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s